ARIANRIAU.CO. INDRAGIRI HILIR - Sebagai upaya mengangkat pamor sagu yang merupakan jenis makanan tradisional lokal, Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau terus lakukan promosi terhadap sumber potensi yang dimiliki Sagu.
"Sekarang disbun sedang berupaya meningkatkan salah satu pangan lokal Kabupaten Inhil berupa Sagu, diantaranya dengan mengikuti pameran," Ucap Kasi Promosi dan Pemasaran hasil perkebunan Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil Aswin Bovita di Tembilahan, Kamis.
Aswin menuturkan upaya promosi yang dilakukan salah satunya adalah dengan ikut serta dalam pameran dan menyuarakan bahwa Kabupaten Inhil memiliki potensi yang bisa diolah lebih lanjut.
Selanjutnya dilakukan upaya pengenalan terhadap jutaan potensi yang dimiliki Sagu diantaranya sebagai sumber pangan alternatif.
"Selain sebagai sumber pangan, Sagu juga bisa menjadi bahan baku industri yang lebih besar sebagai sumber karbohidrat lebih baik dari beras," Ucapnya.
Tidak hanya itu, saat ini, kata dia, Disbun juga berupaya memperkenalkan potensi sagu kepada pelaku usaha atau investor yang ingin mencari bahan baku dari tepung sagu untuk beberapa produk industri mereka.
"Yang terpenting penjelasan terlebih dahulu mengenai lahan perkebunan terluas yang dimiliki Kabupaten Inhil setelah Meranti," tuturnya.
Adapun luas lahan perkebunan Sagu lanjutnya, tahun 2014 terhitung dengan luas lahan 17.890 Hektare dan tahun 2015 meningkat menjadi 17.969 Hektare.
Hal ini berarti, telah terjadi peningkatan perluasan lahan kurang lebih 80% per tahun dan untuk tahun 2016 telah tercatat seluas 17.983 Hektare.
"Kondisi seperti ini sangat baik, karena Sagu merupakan salah satu makanan khas tradisional dan menjadi primadona di sektor perkebunan," Ungkapnya lagi.
Peningkatan perluasan lahan perkebunan Sagu itu sendiri, dapat dicapai karna adanya program peremajaan serta dilakukan penanaman kembali sehingga populasinya tidak habis.
Sumber : Antara

